Saat berada di tepian sungai inilah, aroma uji nyali bahkan terkesan seperti menyabung nyawa dimulai. Pasalnya, dengan hanya menggunakan sampan kecil, yang maksimal memuat enam orang anak, jarak antara bibir perahu dengan air sungai yang dalam dan deras hanya tinggal setelunjuk orang dewasa. Ancaman perahu terbalik karena benturan kayu yang terbawa banjir juga terjangan arus yang kadang tak menentu selalu mengintai. Perjuangan itu masih berlanjut, anak-anak yang sebagian besar diantarnya tak beralas kaki, namun tetap berseragam merah putih itu terus menyusuri jalan setapak menuruni bukit yang dipenuhi dengan rerumputan khas padang Sabana. “Tiap hari kami lewat disini. Naik perahu, lalu mendaki tebing, nanti sebentar lagi kami naik perahu lagi. Memang capai, juga kadang takut jatuh dari tebing atau perahu terbalik. Kalau pulang sekolah juga kami ikut ini jalan,” jelas Apris dan Fany, dua orang anak Lai Hiding, yang duduk di kelas 5 dan 6 SD Bidipraing, kala diajak bercakap-cakap oleh awak media yang turut menyusuri rute yang mereka lalui itu. Tantangan berikutnya juga harus ditaklukan, yakni mencopot pakaian jika jalur sungai berikutnya yang akan dilalui meluap. Pasalnya luapannya kadang merembet hingga ke kebun dibantaran sungai yang disebut Mondu. Minimal celana harus dicopot dan dijunjung bersama buku agar tak basah. Selanjutnya, sungai yang juga berarus deras dan kental dengan mitos buaya harus disebrangi. Pasca sungai terakhir ini ditaklukan, anak-anak Lai Hiding dengan penuh keceriaan akan kembali menyusuri jalan desa menuju sekolah mereka untuk kembali merajut mimpi akan masa depan yang lebih baik. Asa akan sarana yang jauh lebih baik bagi mereka, ketika hendak menuntut ilmu guna merajut mimpi dan masa depan yang lebih baik, terus mereka pertahankan, walau entah kapan asa itu akan menjadi realita alias tak menjadi asa yang tak kunjung menggapai tepi. |
Rabu, 27 Juni 2012
‘Uji Nyali’ Anak Dusun Lai Hiding: Ke Sekolah Bagaikan Terjun ke Arena Sabung Nyawa
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
ini anak mau ke sekolah atau mau latihan beladiri tentara sebenarnya ni :)
BalasHapuskenyataan yang terjadi disana bgtu udah bro..
Hapuspendidikan itu perlu pengorbanan, jangan lihat ini sebagi suatu kesulitan, ttp jadikan semangat untuk anak cucu kita di akan datang, biarlah kita yang merasakan penderitaan ini tetapi jangan sampai ke generasi berikutnya, untuk itu kita harus semangat untuk menjadikan negeri kita lebih berkembang di masa akan datang.
BalasHapuspendidikan adalah inventassi masa depan terus dan terus berjuang untuk merahi apa yang anda inginkan susah dan senag adalah bekal untuk masa depan..
BalasHapusperlunya perhatian pemerintah setempat untuk pelayanan akses jalan dan fasilitas sekolah untk menaikan mutu pendidikan
BalasHapus